Ejakulasi Dini dan Penyembuhannya

Ejakulasi Dini dan Penyembuhannya,- Ejakulasi dini atau sperma mudah keluar saat bercinta atau berhubungan intim, adalah salah satu gangguan seksual yang umum dialami oleh kaum pria. Dari segala usia meski dalam bagian besar gangguan ejakulasi dini ini sering terjadi pada pria yang berusia muda (Dibawah 40 tahun) Dalam kasus seperti ini ejakulasi dini yang diderita biasanya disebabkan gairah seksual yang sangat menggebu-gebu atau terlalu bersemangat sehingga bisa menyebabkan ejakulasi dini. Ejakulasi Dini dan Penyembuhannya

Ketahui Penyebab Mani Encer dan Cara MengatasinyaPria yang masih berusia muda pada umumnya memiliki gairah seksual yang sangat luar biasa dan sangat tinggi, Bukan hanya ereksi yang spontan tapi juga kemampuan tubuh untuk tetap mengalami ereksi sudah terjadi. Hal tersebut dikarenakan berada di dalam puncak produksi hormon seksual mereka, Di usia tersebut melihat atau bersentuhan dengan lawan jenis saja sudah cukup untuk membuat mereka mengalami ereksi yang keras, beberapa yang lain bahkan bibsa mengalami ejakulasi.

Ejakulasi Dini dan Penyembuhannya

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini. Pertama, dengan sex therapy. Kedua, menggunakan obat untuk mengontrol ejakulasi. Ketiga, dengan operasi syaraf. Cara pertama dan kedua banyak dilakukan dan memberikan hasil yang cukup baik. Tetapi cara ketiga walaupun pernah dilakukan di negara tertentu, sampai kini ternyata tidak populer dan tidak banyak digunakan.
Sex therapy, yang dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dilakukan dengan bantuan istri. Pada dasarnya cara ini dilakukan melalui beberapa langkah. Anda bisa mengikuti contoh langkah-langkah berikut ini :

  1. Istri melakukan masturbasi terhadap suami yang menderita ejakulasi dini dengan posisi suami berbaring terlentang, sampai suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi.
  2. Pada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi.
  3. Istri melakukan masturbasi terhadap suami sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi istri di atas suami tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada penis seperti pada langkah kedua. Selanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.
  4. Dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan di atas. Pada langkah ini, suami diizinkan melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas.
  5. Dilakukan bila suami sudah lebih mampu mengontrol ejakulasi. Pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini suami mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di atas.

Latihan tersebut diharapkan tetap dilakukan selama 6-12 bulan setelah itu dan kapan saja bila diperlukan. Tetapi cara ini tidak selalu mudah dilakukan karena beberapa alasan, yaitu ketertutupan pihak pria terhadap istrinya, tiadanya komunikasi dan kerjasama suami istri dalam masalah seksual, dan perasaan enggan atau malas melakukan latihan karena harus membuang waktu dan dianggap tidak praktis.
Selain dengan melakukan sex therapy bisa juga dilakukan tips-tips dibawah ini:

  1. Arahkan pikiran dan konsentrasi, hindari kecemasanArahkan pikiran Anda pada sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan sex saat berhubungan badan. Bisa juga sambil memikirkan hal yang Anda tidak sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang diterima. Jauhkan juga rasa cemas dan khawatir.
  2. Mengurangi sensitivitas pada kepala penis. Gunakan kondom, cream, atau alat bantu seks lainnya yang dapat mengurangi rangsangan yang diterima oleh pihak pria. Pilihlah kondom yang berjenis tebal atau gunakanlah 2-3 lapis kondom sekaligus (kondom pertama digunakan hingga 1/4 bagian menutupi penis, kondom ke- 2 dipakai 1/2 bagian menutupi penis dan kondom ke-3 menutupi seluruh penis). Dengan cara ini sensitivitas kepala penis (glands penis) akan sedikit berkurang dan sensasi kondom lapis 3 tersebut akan terasa nikmat bagi istri anda.
  3. Tekhnik cabut. Ketika si suami akan orgasme buru-buru dicabut tepat pada waktunya, jangan sampai sperma keluar semua. Tehnik ini diperlukan peran serta istri agar dapat berhasil dengan baik.
  4. Teknik Squeeze (merupakan bagian dari Sex therapy). Saat akan terjadi ejakulasi, sang suami harus segera memberitahukan kepada istri agar istri segera menekan bagian bawah kepala penis (glands penis) dengan jempol jari tangan hingga menyumbat aliran ejakulasi sperma sampai selesai fase ejakulasi. Atau dengan menekan pangkal penis dengan jempol jari tangan. Tekanan dari jempol jari tangan ini akan mencegah aliran cairan mani/semen keluar.
  5. Posisi senggama yang tepat. Carilah posisi-posisi hubungan intim yang biasanya dapat Anda nikmati dalam waktu yang lama. Pakailah posisi tersebut di awal permainan agar Anda dapat tahan lama dan pasangan Anda bisa orgasme atau keluar lebih dahulu.
  6. Foreplay lebih lama. Lakukan pemanasan (foreplay) lebih lama hingga istri Anda benar-benar terangsang (bila perlu hingga orgasme), sehingga walaupun Anda ejakulasi dalam waktu yang cepat tetapi istri Anda juga sudah terpuaskan.
    Cara pengobatan ejakulasi dini yang lain ialah dengan menggunakan obat yang berkhasiat mengontrol ejakulasi. Ada beberapa jenis obat yang dapat mengontrol ejakulasi. Tetapi mengingat obat tersebut mempunyai efek samping, maka penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *