Penyebab Kandungan Kurang Subur yang Harus Diketahui

Penyebab kandungan kurang subur,- Tingkat kesuburan seorang wanita dapat dilihat dari ada tidaknya produksi sel telur dalam tubuh. Seorang wanita dikatakan subur jika ia mampu memproduksi sel telur sebulan sekali, mematangkan telur, dan mengeluarkan telur yang masih setengah matang dari indung telur. Pematangan sel telur dan keluarnya sel telur dari indungnya merupakan kerjasama dari otak, indung telur, dan kelenjar buntu di otak yang disebut sebagai hipofisis.

Penyebab Kandungan Kurang SuburHipofisis mengeluarkan hormone gonadoptropin yang terdiri dari hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Hormon FSH memiliki fungsi mempercepat pematangan telur, sedangkan LH menyempurnakan proses pematangan telur hingga dapat mendekati permukaan indung telur untuk dilepas. Jika tidak terjadi pembuahan dalam waktu 24 jam, sel telur ini akan mati.

Penyebab Kandungan Kurang Subur

  1. Sumbatan pada saluran telur
    Sumbatan saluran telur disebabkan antara lain adanya perlengketan pada sekitar saluran telur, hal ini sebagai akibat dari pernah terkena IMS dan radang panggul sehingga menghambat pertemuan sel telur dengan sperma.
  2. Endometriosis
    Yaitu sel selaput lendir rahim yang tumbuh pada tempat yang tidak semestinya, yaitu di indung telur. Hal ini dapat menimbulkan perlengketan pada sekitar saluran telur atau pada organ reproduksi lainnya.
  3. Kelainan Hormon
    Kekurangan hormon lutein dan hormon perangsang folikel dapat menyebabkan sel telur tidak dapat dilepaskan (ovulasi). Kelainan kelenjar hipotalamus-pituitari juga dapat menyebabkan anomali hormonal yang menghalangi ovulasi.
  4. Tumor Pituitari
    Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel pelepas hormon di kelenjar pituitari yang membuat siklus menstruasi terhenti pada wanita atau produksi sperma menurun pada pria.
  5. Olahraga Terlalu Keras
    Peneliti menemukan bahwa wanita yang berolahraga setiap hari memiliki risiko 3,5 kali lebih besar mengalami gangguan kesuburan. Atlet dan perempuan yang ingin menurunkan berat badan biasanya masuk kategori perempuan yang berolahraga keras. Namun hasil tersebut jangan membuat Anda mengurungkan diri untuk berolahraga karena tetap saja olahraga mempunyai banyak manfaat asal dilakukan sesuai porsinya.
  6. Kelainan lendir leher rahim terlalu pekat, yang dapat menghambat laju gerakan sperma terlalu asam, yang dapat mematikan sperma.
  7. Kelainan Kelenjar Tiroid
    Kelainan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan hormon tiroid yang mengacaukan siklus menstruasi.
  8. Berat Badan Tidak Seimbang
    Berat badan yang tidak seimbang dapat mengganggu kesuburan perempuan, karena tubuh memerlukan 17% dari lemak tubuh di awal masa siklus haid, dan 22% di sepanjang siklus haid. Lemak tubuh mengandung enzim aromatase yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon estrogen. Jadi, jika persediaan lemak dalam tubuh tidak memadai, akan memberikan andil besar terhadap ketidaksuburan.
  9. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
    Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen (hormon laki-laki) berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak di folikel (tidak ovulasi).
  10. Menopause Prematur
    Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti menstruasi dan folikel ovariumnya menyusut sebelum usia 40 tahun. Kelainan imunitas, radioterapi, kemoterapi dan merokok dapat memicu kelainan ini.
  11. Merokok
    Merokok dapat membahayakan ovarium dan mengurangi jumlah atau kualitas sel telur. Riset menunjukkan wanita perokok cenderung mengalami menopause lebih awal.
  12. Faktor Usia
    Pada wanita, begitu masuk usia 35 tahun, kesuburan akan menurun dan semakin menurun drastis di usia 37 tahun sampai akhirnya masuk ke masa menopause di atas 40-45 tahunan. Cadangan sel telur akan terus berkurang setup kali wanita mengalami menstruasi dan lama-kelamaan akan habis saat menopouse. Sebaliknya, usia tidak membatasi tingkat kesuburan pria dimana “pabrik sperma” akan terus memproduksi sel-sel sperma selama anatominya normal.
  13. Kelebihan Prolaktin (Hiperprolaktinemia)
    Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Kelebihan hormon prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Bila seorang wanita banyak mengeluarkan ASI meskipun tidak sedang menyusui, kemungkinan dia menderita hiperprolaktinemia.
  14. Gaya Hidup
    Gaya hidup ternyata pegang peran besar dalam menyumbang angka kejadian infertilitas, yakni sebesar 15-20%. Gaya hidup yang serbacepat dan kompetitif dewasa ini rentan membuat seseorang terkena stres. Padahal kondisi jiwa yang penuh gejolak bisa menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan spermatogenesis, spasme tuba fallopi, dan menurunnya frekuensi hubungan suami istri
  15. Kelainan Mulut Rahim
    Normalnya, mulut rahim mengarah ke depan (antefleksi), sehingga berhadapan langsung dengan dinding belakang vagina. Kondisi inilah yang memungkinkan spermatozoa sampai ke dalam saluran mulut rahim yang menghubungkan antara vagina dan rongga rahim. Penyimpangan dari posisi normalnya, seperti retrofleksi (posisi rahim menghadap ke belakang), bisa menghambat terjadinya kehamilan.
  16. Tumor Rahim (Uterine Fibroids)
    Tumor jinak di dinding rahim ini sering dijumpai pada wanita usia 30-40 tahun. Tumor ini dapat menyebabkan infertilitas bila menghalangi tuba falopi dan perlekatan telur yang sudah dibuahi di dinding rahim.
  17. Faktor Risiko
    Wanita memiliki faktor risiko mengalami gangguan kesuburan selain karena faktor hormonal maupun gangguan reproduksi, seperti:
    • Merokok
    Merokok dapat membahayakan ovarium dan mengurangi jumlah atau kualitas sel telur. Riset menunjukkan wanita perokok cenderung mengalami menopause lebih awal.
    • Kegemukan
    Keadaan berat tubuh yang berlebih terjadi peningkatan hormon estrogen yang akan berpengaruh pada siklus haid, misalnya haid tidak lancar. Selain itu lemak tubuh yang berlebihan dapat menekan organ-organ dalam tubuh sehingga mempersulit kerja organ reproduksi. Meskipun disinyalir ketidakteraturan menstruasi bukan jaminan sukar mendapatkan anak, tetapi masalah tersebut akan mempersulit menentukan hari subur bagi wanita.
    • Lingkungan hidup
    secara tidak langsung lingkungan di mana seseorang tinggal dapat memengaruhi ketidaksuburan seorang wanita maupun pria. Misalnya polusi udara yang mengandung partikel-partikel kimia bila dihisap secara terus-menerus, setiap hari bahkan dalam jangka panjang akan berpengaruh pada kualitas sel telur maupun sel sperma. Polusi dari sampah, debu jalanan, resapan limbah pabrik yang mencemari lingkungan, semua dapat menimbulkan bakteri yang dapat menjadi masalah terhadap kesuburan.
    • Stres
    Masalah psikis cukup berpengaruh terhadap kesuburan, baik dialami pria (suami) maupun wanita (istri). Kecemasan yang dialami secara berkepan- jangan, ketegangan urat saraf, masalah-masalah intern keluarga dan di luar keluarga bila terus- menerus terjadi akan memiliki risiko terhadap
    kesuburan. Bila ini terjadi pada wanita biasanya akan berpengaruh pada siklus haid, tak ada gairah untuk melakukan hubungan dan bahkan sampai pada  terjadi gangguan ovulasi. Juga bila masalah
    psikis ini dialami pria yang bersangkutan dapat mengalami gangguan ereksi, gangguan pada sel
    sperma, misalnya kualitas sperma yang kurang baik, dan sebagainya.
    • Gizi Buruk
    Idealnya makanan yang dikonsumsi harus seim bang, artinya terpenuhi unsur karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin, dengan porsi yang cukup. Apabila makanan kurang memenuhi syarat juga akan berisiko terhadap kesuburan yang bisa di- sebabkan dari pihak istri maupun suami. Gizi yang baik tidak selalu harus dari bahan-bahan makanan yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti sayur-sayuran, buah-buahan. Makanan- makanan tertentu yang dapat menunjang kesuburan perlu dikonsumsi secara teratur, misalnya makanan yang banyak mengandung vitamin E dan C. Menu- menu makanan berganti-ganti setiap hari sangat dianjurkan, supaya kecukupan akan gizi terpenuhi.

Baca Juga: Suplemen Penyubur Kandungan Tradisional

www.vigpower-capsule.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *